Mikoriza adalah
kelompok fungi (jamur) yang bersimbiosis dengan tumbuhan tingkat tinggi (tumbuhan
berpembuluh, Tracheophyta), khususnya
pada sistem perakaran. Terdapat juga fungi yang bersimbiosis dengan fungi
lainnya, tetapi sebutan mikoriza biasanya adalah untuk mereka yang menginfeksi
akar.
Tampilkan postingan dengan label Mikrobiologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mikrobiologi. Tampilkan semua postingan
Jumat, 01 Juni 2012
Senin, 28 Mei 2012
Keracunan Makanan
Makanan termasuk kebutuhan dasar
terpenting dan sangat esensial dalam kehidupan manusia. Salah satu ciri makanan
yang baik adalah aman untuk dikonsumsi. Jaminan akan keamanan pangan merupakan
hak asasi konsumen. Makanan yang menarik, nikmat, dan tinggi gizinya, akan
menjadi tidak berarti sama sekali jika tak aman untuk dikonsumsi. Keracunan makanan yang terjadi di
masyarakat seringkali menelan korban jiwa. Kita perlu mewaspadai makanan yang
mengandung bakteri patogen dan zat-zat beracun yang dijual dan beredar di
pasaran.
Kamis, 24 Mei 2012
Mikrobiologi Industri
Defenisi:
“Merupakan salah satu cabang mikrobiologi yang mengkaji pemanfaatan
mikroorganisme untuk menghasilkan bahan berupa
produk” yaitu
- Bahan yang dapat dikonsumsi langsung (bahan pangan)
- Bahan setengah jadi yang harus dicampurkan dengan bahan lainnya agar dapat dikonsumsi
- Bahan obat-obatan, vaksin, antiobiotik, vitamin, pewarna makanan, penyedap makanan, enzim,dll.
- Bahan kimia untuk keamanan lingkungan seperti ethanol, pewarna pakaian, pewarna cat, plastik biodegradable,dll.
Kamis, 17 Maret 2011
Struktur, Bentuk & Macam-macam Virus
A. Virus Organisme Aseluler
Virus tidak dapat diklasifikasikan sebagai sel karena virus tidak memiliki nukleus dan sitoplasma. Virus dapat berada di luar sel atau di dalam sel. Di luar sel virus merupakan partikel submikroskopis yang mengandung asam nukleat yang dibungkus oleh protein dan kadangmengandung makromolekul lain. Di dalam sel, khususnya sel hidup, virus dapat memperbanyak diri. Virus dapat sebagai agen penyakit (agents of disease) dan agen hereditas (agents of heredity). Sebagai agen penyakit, virus dapat menginfeksi sel dan akan menyebabkan perubahan dalam sel, menyebabkan gangguan fungsi sel, atau menyebabkan kematian. Sebagai agen hereditas, virus dapat menyebabkan perubahan genetik dalam sel dan biasanya tidak membahayakan bahkan bermanfaat.
B. Struktur, Bentuk, dan Ukuran Virus
Rabu, 16 Maret 2011
Perbedaan Transformasi, transduksi dan Konjugasi
Transformasi, ialah pemindahan sebagian materi genetik atau DNA atau hanya satu gen bakteri ke bakteri lain dengan proses fisiologi yang kompleks. Proses transfrmasi terjadi secara langsung tanpa perantara ataupun kontak langsung dengan sel bakteri lainnya. Proses ini pertama ditemukan Frederick Griffith tahun 1982. Contoh : Streptococcus pnemoniaeu, Haemophillus, Bacillus. Diguga transformasi ini merupakan cara bakteri menularkan sifatnya ke bakteri lain. Misalnya bakteri patogen yang semula tidak kebal antibiotik dapat berubah menjadi kebal antibiotik karena transformasi.
Gambar 1. Proses transformasi
Transduksi, pemindahan materi genetik dengan perantara virus. Virus dapat menyambungkan materi genetiknya ke DNA bakteri dan membentuk profag. Ketika terbentuk virus baru, di dalam DNA virus sering terbawa sepenggal DNA bakteri yang diinfeksinya. Virus yang terbentuk memiliki dua macam DNA yang dikenal partikel transduksi (transducing particle). Cara ini dikemukakan oleh Norton Zinder dan Jashua Lederberg.
Gambar 2. Proses transduksi
Konjugasi, merupakan pemindahan sebagian materi genetika dari satu bakteri ke bakteri lain melalui suatu kontak langsung. Artinya, terjadi transfer DNA dari sel bakteri donor ke sel bakteri penerima dengan membentuk jembatan sitoplasma yang terbentuk dari pilus. Ujung pilus akan melekat pada sel peneima dan DNA dipindahkan melalui pilus tersebut. Kemampuan sel donor memindahkan DNA dikontrol oleh faktor pemindahan ( transfer faktor = faktor F )
Gambar 3. Proses konjugasi
Keracunan Makanan oleh Mikrobakteri
Keracunan makanan yang terjadi di masyarakat seringkali menelan korban jiwa. Kita perlu mewaspadai makanan yang mengandung bakteri patogen dan zat-zat beracun yang dijual dan beredar di pasaran.
Makanan termasuk kebutuhan dasar terpenting dan sangat esensial dalam kehidupan manusia. Salah satu ciri makanan yang baik adalah aman untuk dikonsumsi. Jaminan akan keamanan pangan merupakan hak asasi konsumen. Makanan yang menarik, nikmat, dan tinggi gizinya, akan menjadi tidak berarti sama sekali jika tak aman untuk dikonsumsi.
Menurut Undang-Undang No.7 tahun 1996,
Langganan:
Postingan (Atom)




